armedia.news | KEBUMEN – Duka mendalam menyelimuti korps Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kebumen. Sebuah video amatir yang merekam detik-detik menegangkan proses evakuasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) viral di media sosial, namun berakhir dengan tragedi memilukan.
Dalam insiden tersebut, seorang anggota Satpol PP dilaporkan gugur setelah terkena sabetan senjata tajam jenis celurit saat berusaha mengamankan ODGJ yang mengamuk.
Detik-Detik Menegangkan di Lokasi Kejadian
Berdasarkan rekaman visual yang beredar, peristiwa bermula ketika tim gabungan Satpol PP dan petugas terkait mendatangi sebuah rumah warga untuk mengevakuasi seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa. Pria tersebut terlihat bertelanjang dada dan memegang sebilah celurit di tangan kanannya, membuat situasi menjadi sangat mencekam.
Para petugas terlihat berusaha melumpuhkan ODGJ tersebut menggunakan tongkat panjang (bambu) sesuai prosedur keamanan jarak jauh untuk menghindari serangan langsung. Namun, situasi berubah cepat ketika target melakukan perlawanan agresif.
“Tragedi di balik tugas: Anggota Satpol PP gugur saat evakuasi ODGJ di Kebumen,” tulis keterangan dalam video yang beredar luas di masyarakat.
Kronologi Kejadian
Menurut informasi yang dihimpun, korban yang merupakan anggota Satpol PP berada di garis depan saat upaya negosiasi dan pengamanan berlangsung. Diduga, saat petugas berusaha mempersempit ruang gerak, ODGJ tersebut mengayunkan celurit secara membabi buta.
Nahas, salah satu sabetan senjata tajam tersebut mengenai anggota Satpol PP yang bertugas. Meski rekan-rekan lainnya berusaha memberikan pertolongan dan segera melarikan korban ke fasilitas kesehatan terdekat, nyawa petugas tersebut tidak tertolong akibat luka parah yang diderita.
Risiko Tinggi di Balik Seragam
Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan tingginya risiko yang dihadapi oleh petugas lapangan, khususnya Satpol PP, dalam menangani masalah sosial kemasyarakatan. Penanganan ODGJ yang agresif seringkali menempatkan petugas dalam situasi hidup dan mati, terutama ketika target memiliki akses terhadap senjata tajam.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang di Kebumen tengah melakukan penanganan lebih lanjut terhadap pelaku ODGJ tersebut serta melakukan pendampingan bagi keluarga petugas yang ditinggalkan.
Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak berwajib jika menemukan indikasi ODGJ yang membahayakan lingkungan, namun diharapkan tidak mengambil tindakan sendiri demi keselamatan bersama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



