Home / Berita Utama / Demo Buruh Hari Ini: Ribuan Pekerja Serukan Tuntutan Nasional di Jakarta dan 37 Provinsi

Demo Buruh Hari Ini: Ribuan Pekerja Serukan Tuntutan Nasional di Jakarta dan 37 Provinsi

armedia.news | Jakarta, 28 Agustus 2025 — Ribuan buruh dari berbagai wilayah di Indonesia kembali turun ke jalan hari ini dalam aksi demonstrasi nasional bertajuk “HOSTUM” (Hapus Outsourcing, Tolak Upah Murah). Aksi ini dipimpin oleh Partai Buruh dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), serta didukung oleh puluhan koalisi serikat pekerja dari sektor industri dan jasa.

Titik Lokasi dan Skala Aksi

Demo buruh hari ini berlangsung serentak di 38 provinsi, dengan pusat aksi di Jakarta yang mencakup tiga titik utama: Balai Kota DKI Jakarta, Patung Kuda, dan Gedung DPR/MPR RI. Awalnya, aksi juga direncanakan di depan Istana Negara, namun dibatalkan karena keterbatasan waktu para buruh yang harus kembali bekerja pada shift kedua.

Di Bandung, aksi dimulai dari kawasan Pasteur dan Monumen Juang, dilanjutkan dengan long march menuju Gedung Sate, Kantor Wali Kota, dan Gedung DPRD. Estimasi jumlah peserta di Bandung berkisar antara 1.500 hingga 2.000 orang.

Baca juga :  Sekda Kota H Trisko Defriyansa hadiri apel gelar pasukan ops

Tuntutan Utama Buruh

Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyampaikan enam tuntutan utama yang menjadi fokus aksi hari ini:

1. Penghapusan sistem outsourcing yang dianggap merugikan pekerja.
2. Penolakan terhadap kebijakan upah murah.
3. Kenaikan upah minimum nasional tahun 2026 sebesar 8,5% hingga 10,5%, berdasarkan proyeksi inflasi 3,26% dan pertumbuhan ekonomi 5,1%–5,2%.
4. Reformasi pajak perburuhan, termasuk:
   – Kenaikan PTKP menjadi Rp 7.500.000 per bulan.
   – Penghapusan pajak atas pesangon, THR, JHT.
   – Penghapusan diskriminasi pajak terhadap pekerja perempuan menikah.
5. Pembentukan Satgas PHK untuk menghentikan gelombang pemutusan hubungan kerja.
6. Pengesahan RUU Ketenagakerjaan tanpa Omnibus Law dan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).

Respons Pemerintah dan Dampak Operasional

Pihak KAI Commuter telah menyiapkan rekayasa perjalanan KRL, khususnya di lintas Rangkasbitung, jika kondisi di jalur Tanah Abang–Palmerah tidak kondusif. Sebanyak 154 personel pengamanan gabungan dari internal KAI dan TNI/Polri disiagakan di stasiun-stasiun strategis.

Sementara itu, Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat menyatakan bahwa tiga juta anggota KSPSI tidak ikut dalam aksi hari ini. Ia menegaskan bahwa pihaknya memilih jalur dialog dengan pemerintah dan DPR untuk menyampaikan aspirasi.

Baca juga :  10.000 Buruh Kepung DPR RI: Aksi Nasional Serentak, WFH Diberlakukan, Tuntutan Menggema

Aksi demo buruh hari ini mencerminkan ketegangan antara kebijakan pemerintah dan aspirasi pekerja. Dengan tuntutan yang terstruktur dan dukungan dari berbagai elemen, buruh berharap pemerintah segera merespons secara konkret. Jika tidak, gelombang aksi lanjutan diprediksi akan terus bergulir di berbagai daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tag:

Tinggalkan Balasan

Berita Terpopuler