GARUT, Armedia New. Com, — Keberadaan pohon beringin besar di sekitar lingkungan BNI Garut menjadi sorotan Perkumpulan Lingkungan Anak Bangsa (LIBAS). Kondisi tersebut dinilai menjadi pengingat bahwa pembangunan perusahaan semestinya tidak mengabaikan keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) dan keberlanjutan lingkungan.
Ketua LIBAS, Tedi Sutardi, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi lingkungan hidup yang menurutnya perlu mendapatkan perhatian serius dalam setiap proses pembangunan.21 Agustus 2026
“Sangat miris ketika pembangunan justru berpotensi mengorbankan lingkungan. Lingkungan hidup bukan hanya untuk kita hari ini, tetapi merupakan tanggung jawab yang akan diwariskan kepada generasi yang akan datang,” ujar Tedi.
Menurut LIBAS, perusahaan maupun pelaku pembangunan perlu memperhatikan ketentuan penataan ruang, RTH, dan prinsip pembangunan berkelanjutan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Keberadaan pepohonan besar, khususnya yang telah tumbuh lama, semestinya menjadi bagian dari pertimbangan dalam penataan kawasan.
Tedi menilai, pembangunan tidak boleh hanya diukur dari bangunan yang berdiri atau nilai ekonominya. Aspek ekologis juga harus menjadi bagian penting dari perencanaan.
“Jangan sampai pembangunan hari ini meninggalkan kerusakan lingkungan yang harus dibayar mahal oleh generasi berikutnya. Kalau lingkungan rusak, yang kehilangan manfaat bukan hanya kita, tetapi anak cucu kita,” tegasnya.
LIBAS juga mendorong adanya transparansi dan evaluasi terhadap penataan ruang di kawasan tersebut, termasuk memastikan apakah ketentuan mengenai RTH dan perlindungan lingkungan telah dipenuhi.
Sorotan ini bukan semata-mata ditujukan kepada satu perusahaan, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh pelaku usaha dan pemerintah bahwa pembangunan berkelanjutan harus menempatkan kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan secara seimbang.
Bagi LIBAS, pohon yang tumbuh puluhan tahun bukan sekadar bagian dari lanskap. Ia merupakan bagian dari ekosistem yang memiliki manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
“Pembangunan boleh berjalan, ekonomi boleh tumbuh, tetapi jangan sampai lingkungan menjadi korban. Apa yang kita lakukan hari ini adalah warisan untuk generasi yang akan datang,” pungkas Tedi. (Red)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


