armedia.news | Mandailing Natal ~ Dugaan kongkalikong antara Kepala Puskesmas dan bendahara UPT Puskesmas Gunung Baringin kembali mencuat setelah sejumlah pegawai melaporkan adanya ketidakwajaran dalam pembagian dana BPJS. Informasi dari beberapa narasumber menyebutkan bahwa pembagian dana seharusnya berdasarkan kehadiran, namun praktik di lapangan diduga lebih ditentukan oleh kedekatan personal dengan pimpinan.
Keluhan ini berawal ketika pegawai mempertanyakan dasar pembagian dana BPJS yang dinilai tidak transparan. Menurut sumber internal, Kepala Puskesmas pernah menyampaikan bahwa kehadiran menjadi acuan utama, tetapi realisasi justru berbeda dari penjelasan tersebut. Hal ini memicu polemik di lingkungan UPT Puskesmas Gunung Baringin dan menimbulkan keresahan di kalangan pegawai.
Ungkapan dalam Bahasa Mandailing, “Nangkon pe masuk godangan do BPJS na asal mabiar Kapus i tu pegawai nai,” menjadi buah bibir para pegawai. Arti ungkapan tersebut adalah, “Tak masuk pun, bisa besar BPJS-nya asalkan Kapus takut pada pegawai itu.” Kalimat ini menggambarkan dugaan adanya praktik tebang pilih yang didasarkan pada hubungan personal, bukan aturan resmi yang berlaku.
Selain itu, sejumlah pegawai juga mengeluhkan lambatnya pencairan dana BPJS setiap bulan. Pembagian dana kerap dilakukan pada akhir bulan, bahkan kadang melewati awal bulan berikutnya. Kondisi ini dinilai tidak profesional dan merugikan pegawai yang berhak menerima dana tepat waktu sesuai ketentuan.
Dengan banyaknya keluhan tersebut, pegawai mendesak Inspektorat Kabupaten Mandailing Natal untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan keuangan puskesmas. Mereka menilai pemeriksaan penting dilakukan agar tidak terjadi penyimpangan yang berpotensi merugikan negara maupun pegawai.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak UPT Puskesmas Gunung Baringin belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kongkalikong dalam pembagian dana BPJS. Publik kini menunggu langkah tegas dari pihak pengawas agar persoalan ini segera menemukan titik terang.
(Magrifatulloh)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



