armedia.news | Jakarta — Layanan internet satelit milik Elon Musk, Starlink, resmi memberikan akses internet gratis bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di berbagai wilayah Sumatera. Kebijakan ini diumumkan melalui akun resmi Starlink di platform X (Twitter) sebagai bentuk dukungan pemulihan konektivitas di daerah bencana.
Dalam pengumuman resminya, Starlink menyebut bahwa layanan gratis ini berlaku untuk pelanggan aktif maupun baru hingga 31 Desember 2025. Pelanggan yang layanannya sedang dijeda atau ditangguhkan juga dapat mengaktifkan kembali koneksi selama periode bantuan berlangsung. Untuk pelanggan baru di wilayah terdampak, Starlink membuka akses tanpa biaya, cukup dengan membeli dan mengaktifkan perangkat, lalu membuat tiket dukungan dengan mencantumkan “Dukungan Banjir Indonesia”.
CEO SpaceX, Elon Musk, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan standar perusahaan dalam menghadapi bencana alam. “Kami memang menggratiskan Starlink setiap kali terjadi bencana alam di mana pun. Tidak pantas kalau kami mengambil untung dari musibah,” tulis Musk.
Starlink juga bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk mempercepat relokasi terminal dan pemulihan akses internet di wilayah yang mengalami kerusakan paling parah. Layanan ini diharapkan dapat membantu masyarakat tetap terhubung, terutama di daerah yang mengalami gangguan jaringan seluler dan kabel.
Bagi pelanggan aktif, Starlink memastikan bahwa tidak perlu ada tindakan tambahan karena layanan gratis akan diberikan secara otomatis ke akun masing-masing. Kebijakan ini menjadi bagian dari komitmen global SpaceX dalam mendukung pemulihan pascabencana melalui teknologi konektivitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



