armedia.news | Semarang, 12 Agustus 2025 — Proyek strategis nasional Tol Jogja–Bawen terus menunjukkan progres signifikan. Salah satu titik krusial, Exit Tol Bawen, resmi dipindah mendekati Pasar Hewan Ambarawa demi mendukung konektivitas dan keselamatan pengguna jalan. Pemindahan ini juga membuka akses langsung ke destinasi wisata Sejarah Fort Willem I.
Exit Tol Bawen Dipindah: Solusi Kemacetan dan Kecelakaan

Exit lama Tol Bawen di KM 444 ruas Semarang–Solo sering memicu kecelakaan dan kemacetan. Untuk mengatasi masalah itu, pengelola tol memindahkan titik keluar ke lokasi yang lebih aman dan dekat dengan pusat aktivitas warga. Mereka mengambil langkah ini untuk:
- Mengurangi risiko kecelakaan di tikungan tajam
- Memecah kemacetan di simpul Bawen
- Mendukung pariwisata Ambarawa dan sekitarnya
Progres Tol Jogja–Bawen: Siap Fungsional Akhir 2025
PT Jasa Marga Jogja–Bawen mengelola proyek Tol Jogja–Bawen yang membentang sepanjang ±75,82 km. Saat ini, mereka telah menyelesaikan 75,7% konstruksi di Seksi 6 (Ambarawa–Bawen) yang memiliki panjang 5,2 km. Pemerintah menargetkan ruas ini berfungsi saat libur Natal dan Tahun Baru 2026, sehingga kendaraan dari Semarang bisa langsung melaju ke Yogyakarta melalui jalur tol.
Konektivitas Antar Kota: Semarang, Magelang, Temanggung, Sleman
Tol ini akan menyambungkan beberapa kota strategis di Jawa Tengah dan DIY:
| Exit Tol | Kota/Kabupaten | Fungsi Utama |
|---|---|---|
| Bawen | Semarang | Penghubung ke Tol Semarang–Solo |
| Ambarawa | Semarang | Akses wisata Fort Willem I |
| Temanggung | Temanggung | Jalur tengah pegunungan |
| Magelang | Magelang | Akses ke Borobudur dan sekitarnya |
| Sleman | Yogyakarta | Gerbang ke pusat kota Jogja |
Dampak Sosial: Pembebasan Lahan dan Relokasi Makam
Pemerintah menyasar 2.348 bidang tanah di 14 desa dan kelurahan untuk proyek ini. Tim pembebasan lahan membayar Uang Ganti Kerugian (UGK) secara bertahap kepada warga yang terdampak. Di beberapa titik, seperti Ngampin dan Lonjong, warga bersama tokoh adat memindahkan makam leluhur melalui ritual Jawa sebagai bentuk penghormatan budaya.
Sementara itu, di Temanggung, warga masih menolak tawaran ganti rugi sebesar Rp 500.000/m². Sebagai gantinya, mereka menuntut harga yang lebih adil dan sesuai dengan nilai pasar. Meskipun pemerintah telah membuka ruang negosiasi, hingga kini belum tercapai kesepakatan. Akibatnya, proses pembebasan lahan di wilayah tersebut berjalan lebih lambat dibandingkan daerah lain.
Manfaat Tol Jogja–Bawen: Mobilitas Cepat, Pariwisata Tumbuh
Dengan tersambungnya Tol Jogja–Bawen, masyarakat akan menikmati:
- Perjalanan lebih cepat antar kota
- Akses wisata lebih mudah dan aman
- Peningkatan ekonomi lokal dan PAD daerah
- Pengurangan kemacetan dan polusi kendaraan
Jika seluruh ruas rampung sesuai target, Tol Jogja–Bawen tak hanya menjadi jalur strategis antar provinsi, tetapi juga simbol kemajuan infrastruktur yang menyatukan mobilitas, budaya, dan ekonomi Jawa Tengah dan Yogyakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



